Anda Pengunjung Ke :

UNDANGAN KHUSUS

Ikuti kisah petualangan Mami PG di www.facebook.com dengan User ID: Mami PG alamat email: mamipg@gmail.com Selain itu, kamu juga bisa sharing opini, curhat, kenalan dengan teman Mami PG lainnya, melihat photo, info gathering, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.

TAKDIRKU DI TANGANKU SENDIRI

Surabaya, 06 April 2008

Hari ini aku genap berusia 44 tahun, dan seperti biasanya pada malam menjelang hari ulang tahunku, aku selalu berusaha introspeksi diri, apakah yang sudah aku lakukan dalam perjalanan hidupku selama ini, dan apa motivasiku untuk menjalani hidupku yang selanjutnya.

Angka 44 ini jika dilafalkan dalam bahasa Cina Hok Kian, berbunya “Sie Cap Sie” artinya “Mati Total”, emang sih gak ada ngaruhnya apa apa buat kehidupan aku, tapi ya gak ada salahnya juga aku mikir tentang perjalanan hidup aku di usia yang punya formasi angka unik itu.

Pada saat aku merenung dan mengenang apa yang sudah aku lakukan sepanjang hidupku, aku teringat akan film perang “Three Kingdom” dengan pemain utama Andy Lau & Samo Hung, yang aku lihat tgl 4 April di Galaxi Mall.

Film ini menceritakan perjalanan hidup seorang perwira kerajaan yang berambisi untuk menyatukan 3 kerajaan / dynasty yang ada di negara China dengan suatu tujuan perdamaian, dan meskipun sudah memenangkan banyak sekali peperangan, akhirnya si perwira kerajaan yang bernama Zhi Long tersebut mesti mati dalam suatu peperangan, yang tragisnya peperangan tersebut adalah peperangan terakhir untuk mencapai ambisinya menciptakan perdamaian di negaranya sono.

Akhirnya kisah dan dialog film inilah yang akhirnya mendominasi renunganku di usiaku yang ke 44 tahun ini antara lain yaitu:

Takdirku ada di tanganku sendiri.

Statement ini keluar dari mulut si perwira ketika dia memutuskan untuk ikut berperang melawan musuh yang jumlahnya sangat tidak seimbang dengan jumlah pasukan yang ada di pihaknya, dan keputusan tersebutlah yang akhirnya membuat takdir kehidupan perwira tersebut yang asalnya hanyalah seorang pemuda biasa berubah menjadi seorang pahlawan yang terkenal dan dielu elukan banyak orang.

Keputusan dalam hidup aku yang baru saja aku lakukan adalah membuka diri secara umum lewat pemberitaan koran sebagai seorang banci panggung. Aku tidak tahu apakah keputusan aku tersebut benar atau salah, tapi yang jelas pada saat aku mengambil keputusan tersebut ada juga pertentangan dalam batin aku untuk mengatakan ya atau tidak, karena kenyataan back ground hidup aku yang menurut aku cukup “Executive” itu cukup berat alias gengsi juga jika harus diketahui oleh teman dan keluarga aku kok akhirnya menjadi seorang “Banci Panggung”.

Takdirku ada di tanganku sendiri ….jika aku tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok kenapa aku mesti harus takut mengambil keputusan untuk menjalani hidup dengan suatu tujuan yang baik yang tidak menganggu dan merugikan kehidupan orang lain? Jika memang takdirku saat ini menjadi seorang banci panggung, maka motivasiku sekarang adalah bagaimana aku bisa membuat hidup seorang banci panggung seperti aku ini bisa melakukan suatu aktifitas yang positif yang berguna bagi orang lain, bukan malah sebaliknya!

Perang yang sesungguhnya dalam hidup ini adalah perang melawan ambisi diri sendiri.

Statement ini keluar dari mulut sahabat si perwira yang menjadi kakak angkatnya tapi juga sekaligus menjadi pengkhianat karena dia tidak tahan dengan ambisinya untuk menjadi terkenal seperti Zhi Long.

Dalam hidup setiap manusia yang aktif pasti mempunyai cita cita untuk bisa merubah hidup ini menjadi suatu hidup yang lebih baik dari sebelumnya, tapi apakah jadinya kalau cita cita tersebut sudah berubah menjadi suatu ambisi yang menekan kehidupan kita sendiri sehingga kita menjadi stress karena terbeban untuk berusaha mewujudkan ambisi tersebut.

Aku berusaha melihat secara jujur dan mendapati suatu kenyataan bahwa dalam kehidupan aku itu mempunyai cita cita untuk bisa hidup bersama dengan seorang straight yang mau perduli dan menyayangi aku apa adanya.

Sah sah aja aku berangan angan dan bercita cita seperti itu selama aku tidak merugikan orang lain, tapi kenyataannya cita cita itu sudah berubah menjadi ambisi yang menekan kehidupan aku, sehingga aku terus berusaha dan berusaha mencari pria straight yang aku impikan itu, sampai akhirnya aku terperosok dalam suatu depresi yang terselubung, artinya di luar aku kelihatan happy karena punya segala galanya termasuk brondonk keren, tapi deep inside aku merasa alone …..kasihan banget hidup aku :cry:

Di ultahku yang ke 44 tahun ini aku harus bisa meraih cita cita aku tanpa suatu beban ambisi, artinya aku berusaha mendapatkan yang terbaik dalam hidup aku, tapi jika kenyataan hidup berkata lain, aku harus IKHLAS menerimanya, karena bagaimanapun juga kehidupan ini boleh terjadi atas ijin dan kehendak Tuhan semata, dan manusia hanya bisa menjalaninya, tapi bukan berarti aku harus pasif, karena ……..takdirku juga ada di tanganku sendiri.

Kisah dalam film “Three Kingdom” ditutup dengan suatu dialog text dari sutradaranya bahwa pada akhirnya 3 kerajaan tersebut bisa dipersatukan, tapi oleh Dynasty lainnya, dan bukan dari Dynasti ke 3 kerajaan tersebut.

Aku selalu punya keyakinan bahwa seorang sutradara yang baik pasti punya pesan yang ingin disampaikan kepada penontonnya, dan pesan tersebut menurut penangkapan aku adalah setinggi tingginya kita mempunyai suatu cita cita dalam kehidupan ini, tapi tetap Tuhan juga yang menentukan apakah cita cita tersebut boleh terjadi dalam kehidupan aku atau tidak atau oleh siapakah cita cita tersebut boleh terwujud, tapi aku tetap diizinkan Tuhan untuk menentukan takdir hidup aku untuk menjalani hidup ini seperti apa dengan catatan akhir endingnya seperti yang Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan aku.

Masalahnya aku tidak tahu, ending seperti apa dalam kehidupan aku yang bakal diizinkan Tuhan terjadi dalam kehidupan aku, karena semua itu adalah hak dan misteri Sang Pencipta, oleh sebab itu aku tidak boleh bersifat pasif alias pasrah tanpa suatu tindakan apapun untuk meraih apa yang aku cita citakan, karena siapa tahu juga Tuhan mengijinkan aku untuk meraih apa yang sangat aku harapkan dalam hidupku ini.

Itulah hadiah pemikiran motivasi hidup aku di ulang tahunku yang ke 44 tahun ini dan semoga motivasi hidup ini bisa membantu aku untuk mewujudkan cita citaku sebagai seorang Gay dan Banci Panggung tanpa suatu ambisi untuk kepentingan diri sendiri, karena menjadi seorang gay bukanlah sesuatu hal yang harus aku sesali, tapi sebaliknya harus aku syukuri, karena aku diizinkan Tuhan untuk melihat suatu rahasia / misteri Tuhan yang aku yakin orang lain tidak bisa mengetahuinya selain aku sendiri atau People Like Us ……..hebat man!

0 komentar:

Post a Comment