Hari ini aku bangun lebih pagi dari biasanya yaitu sekitar jam 05.00 subuh, karena aku ingin memberikan surprise buat dia, karena hari ini adalah hari ultah my brenda yang ke 23 tahun.
Setelah selesai mandi, aku kembali ke tempat tidur aku dan menunggu my brenda sadar dari tidurnya yang cukup lelap itu, karena kuingin menyapa dia di hari jadinya itu dengan sebuah nyanyian “Happy Birthday” lengkap dengan kue ulang tahun di tangan …….. ya seperti kemesraan yang pernah aku lihat di salah satu film drama zaman aku SMA dulu.
Ketika kulihat my brenda tersadar dari tidurnya sekitar jam 05:30, aku langsung berdiri dari tempat tidur, sambil membawa kue ulang tahun dan mulai menyanyikan lagu “Happy Birthday” buat doi, dengan harapan doi akan tersenyum dengan surprise yang aku buat, dan kemudian memeluk aku dengan mesra sambil mengatakan ……..thankyou.

Kenyataannya, aku tidak bisa menyelesaikan nyanyian “Happy Birthday” itu, karena tiba tiba doi berteriak ……..berisik ….berisik …sambil mengeram penuh kekhekian dan menutup mukanya dengan selimut, secara dia merasa tidur nyenyaknya diganggu oleh nyanyian aku, atau lebih tepatnya surprise yang aku buat untuk doi di hari ultahnya.
Menyadari bahwa TAK ADA KEMESRAAN DI ULTAH DOI seperti yang aku bayangkan saat aku ingin memberikan surprise buat my brenda di hari ultahnya, aku cuma bisa menarik nafas panjang, dan berdiri tertegun sejenak memandangi tubuhnya yang sudah tertutup selimut mulai dari ujung kaki sampai kepala.
Kekecewaan itu sempat membuat jantung ini berdegup lebih kencang dan muka ini jadi panas karena amarah, tapi ……… buat apa aku harus marah, pikirku, secara surprise itu memang tidak pernah diminta oleh my brenda, dan justru sebaliknya surprise itu benar benar menjadi SURPRISE buat aku untuk kembali berpikir secara sadar bahwa memang pria straight tidak butuh kemesraan yang berkesan cengeng dari pria PLU seperti aku.
Melihat kenyataan yang sama sekali tidak pernah aku duga sebelumnya membuat aku jadi gerah karena emosi jiwa, dan membuat aku jadi pengen berenang untuk menenangkan hati sekaligus pikiran yang untuk sementara sangat ruwet kurasakan.
Aku pergi berenang ke Puri Mas sekitar jam 06:00 dan berusaha merelaxkan pikiran dan santai sejenak berendam air yang cukup lumayan dingin di pagi itu, dan setiap perasaan emosi itu datang kembali, aku segera berusaha menepisnya sambil menyelam dan berenang kian kemari.
Setelah puas berenang, aku tidak segera langsung pulang, tapi ngenet dulu sebentar di warnet yang ada di sekitar Puri Mas, dan lagi asyik asyiknya ngenet, tiba tiba my brenda muncul di depan aku seraya berkata ……….sorry ya, aku tadi masih pengen tidur, jadi belum siap terima surprise ……..aku coba melihat expresi wajahnya dan pandangan matanya beberapa detik sambil berusaha mengetahui, ada kejujuran apa tidak dibalik permintaan maafnya itu …….. dan kulihat pandangan mata itu polos banget, begitu juga dengan expresi wajahnya ………. halah, gak usah dipikirin, gitu sahutku, padahal dalam hati ini aku masih merasakan sisa kedongkolan itu.
Pelajaran yang aku terima hari ini mengingatkan aku akan tulisanku beberapa waktu lalu, tentang KEINGINANKU BUKAN KEINGINANMU, surpriseku bukan surprisemu, kemesraan menurutku bukan kemesraan menurutmu, pemikiranku juga bukan pemikiranmu ……… ya, sebaiknya transparant aja deh kalau mau menyenangkan hati orang, supaya kita tahu pasti apa yang dia mau ……..dan satu hal lagi ……..perlu pengorbanan untuk membuat orang lain senang, ya …….sama seperti konsep aku sebagai seorang comedian, kadang ( sering malah ) aku harus rela untuk ditertawakan, agar orang lain bisa tertawa ……!
Sorenya, aku mengajak my brenda berbuka puasa bersama Fatimah pembantuku dan 2 orang teman akrab my brenda, dan aku berusaha larut dalam kegembiraan acara makan malam bersama itu, tapi jujur kuakui ………………kegetiran itu masih ada dalam hatiku.

0 komentar:
Post a Comment