Malang, 31 Desember 2007
Aku tidak jadi melanjutkan rencana new years evening ku di Bali karena aku takut sakit perutku yang masih belum sembuh total jadi tambah parah di sana dan sebagai gantinya aku janjian ama Zooh untuk ketemuan di Gempol sekitar jam 3 sore dan pergi ke Bukit Carmel, Malang bersama Zooh, secara aku naik travel dari Banyuwangi dan surprise banget buat aku waktu ketemu Zooh di Gempol, karena ternyata Zooh ngajak Mbok Ratmi, Titi Kamal dan Nyah Koplak, temen boyz forum dari Jawa Tengah …… dan tentunya aku gak berasa sakit perut lagi karena larut bersama canda tawa centil kita yang saling “ngebom” di perjalanan menuju kota Malang.
Sesampainya di Bukit Carmel, Malang, kita semua rada sedikit melongo kecuali Zooh ……..masalahnya ternyata yang namanya Bukit Carmel itu tempat doa ato biara terpencil yang biasa dipakai orang merenungi segala permasalahan hidupnya, wuih ……… langsung aja aku ngomel dan teriak …… ZOOH, WHAT’S THE HELL ARE YOU DID ON US? ……… Zooh cuma nyengir aja dan dengan santainya dia bilang, sekali kali cari suasana lain dong, masak new year’s evening mesti harus meriah? Sapa tahu di sini kita dapat motivasi yang bagus buat melanjutkan hidup kita di tahun 2008! Think the bright side aja lah ……..
Kamar kita berupa ruangan ukuran 3X4 meter, tanpa AC dan diisi 4 ranjang susun 3, jadi total orang yang bisa tidur di kamar itu adalah 12 orang, duh ……. jadi inget tahanan yang baru aku kunjungi beberapa minggu yang lalu deh …… trus kamar mandinya di belakang, pakenya rame rame ama peserta lainnya …….. hmm kalo yang ini eke kagak complaint deh, masalahna bisa sekalian cuci mata, maklum yang ikutan acara ini cukup banyak sekitar seribuan dan banyak brondonknya lagi.
Malamnya giliran Zooh yang sakit, muntah muntah dan kepala pusing, so akhirnya kita semua jadi malas keluar kamar meskipun diluar ada acara pesta kembang api menyambut tahun baru 2008 karena udaranya dingin, trus hujan lagi.
Sebagai gantinya kita buat acara sendiri di kamar untuk saling introspeksi diri dan mendiskusikan bagaimana realita kehidupan cinta yang diinginkan oleh pasangan PLU, dan bagaimana membina hubungan cinta itu supaya bisa awet dan syukur kalo bisa langgeng. Berhubung di antara kita, cuma eke yang sudah pernah menjalin hubungan berpasangan selama 4 tahun di tahun 2008 nanti, maka akulah yang lebih banyak ditanya mereka untuk menjelaskan pengalaman hidup eke tentang hidup bersama secara PLU.
Menurut aku setiap manusia mempunyai visualisasi cinta yang berbeda satu dengan lainnya, misalnya aja ada yang suka dicemburui oleh pasangannya, tapi ada juga yang beranggapan tidak perlu lagi cemburu karena kesannya tidak mempercayai pasangannya, ada yang sukanya dimanja, tapi ada juga yang gak mau dimanja dan lain sebagainya.
Untuk itu harus ada ketegasan atau semacam komitmen di antara pasangan masing masing pada saat mengambil keputusan untuk hidup bersama tentang kehidupan cinta yang seperti apa yang kita inginkan supaya masing masing pihak bisa mengerti dan introspeksi diri, bisa nggak menjalani komitmen yang diinginkan oleh pasangannya dalam menjalani kehidupan cintanya, jadi nggak asal ketemu, kenalan, jalan bareng trus bilang kita udah jadian lho ……. hasilnya ya dalam beberapa bulan putus lagi dan putus lagi, kalo yang cakep kagak bisa diajak komitmen untuk hidup bersama ya just for fun aja daripada makan hati hidup bersama dia …….. tul nggak?
Kita perlu sadar bahwa hubungan cinta para gay yang sudah mengambil keputusan untuk hidup bersama itu tidak ada satu ikatan atau satu alasan apapun yang membuat kehidupan cinta kita bisa langgeng kecuali komitmen dan kejujuran kita masing masing dalam menjalankan komitmen tersebut, lain halnya dengan kehidupan cinta para hetero yang bisa melahirkan seorang anak sebagai buah dari cinta kasih mereka sehingga mereka bisa meredam ketidak cocokan karakter satu dengan yang lainnya untuk kelanggengan hidup rumah tangga mereka demi seorang anak, sedangkan dalam kehidupan bersama para PLU tidak ada yang dipertahankan sama sekali, sehingga kecenderungannya mereka beranggapan ngapain gue mesti ngalah dan nurutin kemauan elo, kalau gak mau mau melihat gue begini begitu ya udah, putus aja, kan masih banyak lekong lainnya, sehingga itulah sebabnya dalam kehidupan cinta para PLU, warna hidupnya boleh dibilang 70% soal selangkangan ………… antara lain ya nafsu, perselingkuhan, cari lekong yang lebih keren, 30% nya lagi soal keadaan dan emotional masing masing, misalna masalah ekonomi, lingkungan sosial dan karakter seseorang yang susah untuk diubah.
Untuk sementara aku gak bisa ngelanjutin lagi diskusi ini karena saat itu aku lihat antara Mbok Ratmi dan Nyah Koplak, Titi Kamal dan Zooh udah mulai ribut mulut ngejelasin maunya kehidupan cinta mereka begini dan begitu ……….. duh, aku cuma bisa senyum aja melihat perdebatan mereka, sedangkan bino eke gak gubris sama sekali soal diskusi kita karena dia udah tidur ngorok di balik selimutnya.
Aku keluar kamar untuk melihat sisa sisa pesta kembang api bersama salah satu temanku yang bernama Susanna, salah satu teman PLU ku yang mengambil keputusan untuk menikah bersama pewong dan sudah dikaruniai 2 orang anak yang imut dan lucu. Aku bertanya kepada Susanna, bagaimana dulu dia membuat komitmen untuk menikah bersama pewongnya, dan Susanna bilang kalo dulu sebelum menikahpun dia juga membuat komitmen antara dia dengan istrinya, dan salah satu komitmen yang diminta Susanna dari istrinya adalah tidak menuntut soal kepuasan sex bersama dia karena dia mempunyai kecenderungan untuk impoten, begitu katanya sambil ngakak karena udah ngerasa berhasil ngebohongin pewongnya ………
Jadi kesimpulannya suatu komitmen dalam menjalani kehidupan bersama itu adalah mutlak perlu, baik secara langsung dibicarakan atau tidak bersama partnernya tidaklah terlalu penting ……… karena yang paling penting adalah KEJUJURAN & TEKAD masing masing untuk mewujudkan komitmen tersebut dalam kehidupan bersama pasangan PLU.
Semoga Lebih Berbahagia di Tahun 2008 buat seluruh pasangan PLU dimanapun berada!
UNDANGAN KHUSUS
Ikuti kisah petualangan Mami PG di www.facebook.com dengan User ID: Mami PG alamat email: mamipg@gmail.com Selain itu, kamu juga bisa sharing opini, curhat, kenalan dengan teman Mami PG lainnya, melihat photo, info gathering, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment