Anda Pengunjung Ke :

UNDANGAN KHUSUS

Ikuti kisah petualangan Mami PG di www.facebook.com dengan User ID: Mami PG alamat email: mamipg@gmail.com Selain itu, kamu juga bisa sharing opini, curhat, kenalan dengan teman Mami PG lainnya, melihat photo, info gathering, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.

PERPISAHAN ITU DATANG KEMBALI

Surabaya, 22 Mei 2008

Meskipun sejak awal aku tahu bahwa hidup bersama dengan pria straight pasti akan diakhiri dengan perpisahan, tapi jika perpisahan itu harus terjadi, dengan sejujurnya aku katakan bahwa aku tidak dapat menerimanya begitu saja, ada rasa menyesak di dada yang tidak bisa aku ceritakan bagaimana rasanya di blogz ini meskipun untuk perpisahan itu aku sudah berusaha untuk menerima “takdir”ku seikhlas ikhlasnya, tapi tetap saja ada suatu kepedihan yang amat sangat membekas di dalam hati ini.

Dua minggu setelah brendaku kembali dari Jakarta dan memberitahukanku alasan dia kembali untukku adalah ingin mempunyai suatu keluarga di Surabaya bersama aku, tiba tiba hari ini aku menerima telpon dari Jakarta dan menyuruh aku untuk memberitahukan brendaku agar telpon keluarganya di Jakarta, karena mereka coba hubungi HP brendaku berkali kali tapi tidak bisa konek.

Aku tahu itu adalah telpon yang bersifat “emergency” karena tidak biasanya keluarga brendaku mencari dia dengan cara menelpon aku, oleh sebab itu aku segera memberitahu brendaku untuk segera menelpon keluarganya di Jakarta.

Setelah terlibat pembicaraan kurang lebih sekitar 10 menit, brendaku langsung ngajak aku ke kamar untuk membicarakan sesuatu masalah yang tentunya cukup serius agar tidak didengarkan pembantuku yang saat itu sedang nonton TV bersama aku di rumah.

Brendaku menjelaskan kalo telpon dari Jakarta itu memberitahukan dia bahwa bapak kandungnya berhasil ditemukan di Jambi, tapi ………. bapaknya sudah meninggal 2 minggu yang lalu, dan bapaknya meninggalkan amanah sama keluarganya yang ada di Jambi untuk mencari dia secara pernikahannya dengan Ibu tirinya tidak dikaruniai anak, so mau tidak mau brendaku harus pergi ke Jambi untuk menerima amanah sang bapak.

Akupun juga paham kalo urusan ini pasti gak akan bisa selesai dalam seminggu ato dua minggu, bahkan feeling aku mengatakan kalo brendaku ada kemungkinan gak akan kembali kepadaku karena urusan amanah yang ditinggalkan si bapak pasti ada hubungannya ama yang namanya warisan.

Singkat cerita brenda aku harus kembali ke Jakarta hari ini juga, so aku cuma bisa berusaha tersenyum dan tersenyum waktu aku harus mengantar brenda aku pulang ke Jakarta.

Sebelum dia pergi meninggalkan aku, aku sempat nyeletuk dan tanya kepada dia, akankah dia kembali buat aku, dan dia cuma bisa menatap aku tajam tanpa bisa menjawab pertanyaanku selain ……….Insya Allah, katanya …… ya, Insya Allah sahutku dalam hati.

Aku pulang kembali ke rumah setelah mengantar kepergian brenda aku dengan perasaan yang sulit aku ceritakan, dan sesampainya di rumah aku segera mandi dan meyakinkan diriku kalo dia akan kembali …..Insya Allah, kalopun tidak itu adalah untuk kebaikan bersama ……… dan untuk itu aku berusaha tersenyum lega sambil berkata dalam hati bahwa ternyata belajar untuk IKHLAS itu gak gampang, tapi kalo kita bisa melakukannya …….. sebagian beban hidup kita akan berkurang, karena hidup kita tidak dipimpin oleh EGO kita, bukankah selama ini yang paling besar membuat masalah dalam kehidupan manusia adalah EGO kita sendiri? Gak percaya? Coba direnungkan dulu deh!

Menurut pengalaman hidupku, setiap kali aku melihat situasi kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan keinginanku, selalu ada rasa sedih yang ujung ujungnya rasa kecewa mengapa aku harus mengalami hidup yang seperti ini. Meskipun aku dah berusaha untuk menerima keberadaan hidup aku dan menjalani hidup aku apa adanya “seperti air mengalir” tapi tetap saja yang namanya kesedihan itu sangat menyesak di dalam hati.

Berusaha menjalani hidup ini tanpa menuntut memang adalah jalan yang terbaik, tapi …… tentunya butuh rasa IKHLAS yang tidak sedikit, karena hidup ini terus berjalan, dan yang namanya masalah itu selalu aja ada dalam kehidupan ini, jadi mau gak mau aku juga harus terus belajar untuk IKHLAS terus menerus seumur hidupku, supaya rasa kecewa akan hidup ini tidak terus menumpuk dan memenuhi seluruh ruang kehidupan aku.

Oleh karena alasan itulah, aku berusaha menekan segala keinginanku untuk menelpon dia dalam seminggu ini, karena aku juga yakin pastina dia sibuk berat, karena sesampainya dia di Jakarta pasti juga harus ketemu keluarga, terus melakukan persiapan untuk pergi ke Jambi yang jaraknya juga gak dekat dari Jakarta, trus aku juga bayangin pasti urusan disana juga rada ribet, karena yang namanya warisan ( harta gratis ) pasti prosesnya gak gampang, ruwet pastinya secara melibatkan orang lain, yang semuanya juga pasti punya rasa EGO ato keinginan untuk menyenangkan diri sendiri, so pasti bakalan rame rebutan “harta gratis” itu.

Aku tidak mo mengganggu kehidupan dia dengan keinginan rasa “kangen” ku, aku berusaha menekan rasa keinginan itu dengan dasar untuk kebaikan bersama. Aku coba mengatasi kegalauan hidupku yaitu rasa takut bahwa dia tidak akan kembali menemani aku lagi dengan memperbanyak aktifitas, berdoa kepada Tuhan memohon untuk diberikan keikhlasan yang lebih besar lagi, menjalankan ibadah agama yang aku percaya dan kegiatan sosial lainnya.

Yang aku tahu pasti, semakin aku takut kehilangan dia, aku akan semakin tersiksa dalam menjalani hidup ini, aku tahu pasti akan hal ini, karena aku sendiri punya pengalaman sekaligus pelajaran yang sangat baik ketika aku ditinggal “Pria Istimewa Pertama” dalam hidupku.

Walau bagaimanapun juga yang namanya berpisah dengan orang yang kita cintai itu sangatlah menyedihkan, tapi kalau itupun harus terjadi, aku harus yakin dan sadar bahwa itu untuk kebaikan kita berdua, karena ……….

Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu hal untuk mendatangkan kebaikan buat mereka yang percaya kepadaNya, Amin!

0 komentar:

Post a Comment