Surabaya, 30 Mei 2008
Hari ini adalah hari yang ke 9 my brenda meninggalkan aku sendiri, dan sampai saat ini juga, my brenda tidak menelpon aku meskipun hanya sekedar say hello saja dan meskipun aku berusaha untuk menahan diri dan sabar menunggu kabar berita dari dia, tapi sejujurnya batinku mulai resah dan bimbang, apakah selama ini aku salah mengenal dia?
Aku mulai ragu, apakah aku harus sependapat dengan statement temen yang mengatakan seperti berikut ini:
Cream wrote:
Mami harus terima kenyataan: brenda emang gak peduli…... titik
Soal kenapa dia gak ke gadun yg lain, karena emang dia bukan tipe kucing…...kepalang basah dia cukup kenal ama mami ya udah, mami aja….,secara mami juga lumayan bisa memenuhi harapan2 dia, bisa makan enak, jalan2 luar negeri…..dia beruntunglah , kenal pertama ama gadun, ya mami……baek, en lumayan sejahtera…. sabar en benar2 sayang en bukan sekedar sex, kalo ama gadun lainnya, dia kan ngeri juga ntar di apa2in, ntar di tendang keluar rumah,…..ntar di lecehkan.....so alasan dia gak pindah ke lain gadun, karena dia merasa aman,nyaman ama mami...
atau aku menyetujui statement dari temen lainnya yang mengatakan seperti berikut ini:
Agape wrote:
….kalo seandainya ..........brenda Mami balik buat Mami, trus elo punya kesan pasti baliknya mo nebeng Mami lagi .......... kapan sikap brenda bisa bener di hadapan elo, kalo semua judgement sifatnya sepihak? Kita mesti kasih kesempatan buat brendanya Mami ngejelasin sikap dia, kan kita gak tahu apa yang terjadi di sono, misalna HP si brenda hilang, ato brenda masuk ke pedalaman Jambi yang kagak ada signalnya, ato .......... ya masih banyak lagi alasan yang mungkin aja bisa terjadi, sehingga si brenda kagak bisa SMS ato nelpon Mami!
Karena aku udah gak tahan dengan perdebatan yang ada dalam diri aku sendiri, akhirna aku putuskan hari ini untuk menelpon my brenda.
Sekitar jam 10:00 pagi aku telpon dia, dan ternyata yang menjawab adalah suara operator yang memberitahukan bahwa untuk sementara ini nomor telpon yang aku tuju tidak dapat dihubungi ………. duh kenapa ya? Apakah mungkin dia lupa nge-on kan HP dia, begitu pikirku menenangkan diri, dan sekitar jam 11:00 aku coba telpon lagi, ternyata hasilnya sama, begitu juga halnya ketika aku coba lagi jam 12:00, jam 14:00, jam 17:00 sampai dengan jam 19:00 dan 22:00 ……….hasilnya sama, yaitu telpon tidak bisa dihubungi!
Akupun mulai kesal karena jengkel, dan kucoba menenangkannya sebentar dengan cara keluar rumah dan minum juice zirzak yang ada di warung gak jauh dari rumah aku, dan setelah selesai minum aku kembali pulang dengan perasaan yang rada sedikit tenang dan memutuskan untuk tidak menuduh secara sepihak kepada my brenda tentang kenapa HP nya tidak bisa dihubungi.
Sambil duduk di sofa teras depan rumah, aku coba mereview kembali pendapat aku tentang my brenda selama aku hidup bersama dengan dia.
Sejak aku mengenal dia di awal tahun 2005, aku sudah yakin bener kalo my brenda itu orangnya gak neko neko alias gak suka bertingkah yang aneh aneh, hal itu dibuktikan dengan sikap dia yang tidak pernah minta apapun secara materi. Jika aku punya inisiatif untuk membelikan sesuatu buat dia, diapun tidak pernah memilih barang yang mahal.
Dalam soal makananpun, dia lebih enjoy makan di warteg daripada di restoran mewah, masalahna my brenda itu orangnya suka gak pede kalo dilihat orang lain apalagi ama temen ABG aku lainnya, karena perasaan my brenda jika jalan ama gadun dan dilihat ama temen aku yang rata rata semuanya “sekong” pasti dia akan dituduh sebagai simpanan gadun itu.
Perasaan my brenda itu pernah diutarakannya kepada aku, dan meskipun aku gak setuju dengan pendapat dia, tapi aku berusaha memakluminya karena bagaimanapun juga aku bukan dia, dan dia bukan aku, artinya setiap pemikiran orang berbeda beda, jadi aku juga gak boleh menang sendiri dan memaksakan kehendak aku untuk dilakukan my brenda, walaupun untuk itu aku lebih banyak mengalahnya daripada dia.
Pekerjaan yang banyak dikerjakan dia adalah pekerjaan kasar yang lebih banyak mengandalkan tenaga misalnya, cuci mobil, bersihkan kamar mandi, bersihkan tandon air bawah tanah, driver dan sebagainya, dan untuk pekerjaan seperti ini dia tidak pernah mengeluh dan tidak pernah merasa malu untuk mengerjakannya, tapi sebaliknya jika disuruh mengerjakan pekerjaan kantor yang lebih banyak berinteraksi dengan orang lain, dia lebih suka mengatakan kalau dia gak pede ngelakuin kerjaan begituan.
Aku pikir mungkin itu semua karena back ground keluarga serta pendidikan dia yang kurang baik, maklum aja sejak lahir dia dibesarkan ama neneknya, Bapak ama Ibunya cerai, trus Ibunya kawin lagi ama orang lain, sedangkan Bapaknya gak tahu ada dimana, baru ketahuan seminggu kemarin tapi itupun sudah almarhum, sehingga mempengaruhi cara dia berpikir khususnya berinteraksi dengan orang lain yang kelihatan lebih mampu dari dia secara financial.
Terakhir dia mengatakan bahwa dia merasa bahwa aku adalah keluarga dia yang sebenarnya, karena menurut dia tidak ada orang lain yang memperhatikan dia selain aku, dan untuk itu dia ingin menghormati aku sebagai “orang tua” tanpa dinodai oleh suatu hubungan sex yang menurut dia bukan kodratnya karena dia adalah straight.
Aku tidak tahu secara pasti apakah dia benar benar bermaksud untuk memanfaatkan / nebeng hidup gratis bersama aku atau tidak, sebab dia tidak pernah menuntut aku secara materi termasuk uang saku, bagaimana mungkin aku bisa menuduh dia ngemanfaatkan aku secara materi, secara dia hidupnya sama seperti orang kerja yang digaji sebesar UMR.
Selama dia hidup bersama aku, aku juga sudah melihat dan bahkan membuat “test” secara financial untuk dia, apakah dia bisa dipercaya apa tidak, dan hasilnya dia bukan type orang yang gampang mainin duit orang, sepertinya dia punya prinsip asal bisa makan cukup aja dia udah puas, yang lainnya dia gak nuntut, kalo diberi ya diterima kalo nggak ya dia diam saja.
Jadi kalo menurut pendapat aku ……… dia pasti kembali buat aku, tapi sebagai manusia aku juga tidak bisa mencegah perasaan dan suara hatiku yang kesal karena kheki, kenapa sih ngangkat telpon aja untuk say hello kagak sempat!
Sambil menghela nafas panjang, aku mengingat kembali statement aku tentang setiap masalah itu sama dengan uang logam yang punya 2 gambar berbeda di setiap sisinya.
Saat ini aku hanya melihat satu sisi “gambar” ke kesalan dan ke khekian karena tidak ada kabar berita dari dia, sehingga aku membuat statement “apa sih susahnya cuma nelpon aja kok gak sempat”, dan aku gak bisa melihat “gambar” apa yang sedang terjadi di sisi my brenda, jadi daripada aku mereka reka kejadian yang belum pasti, mending aku lebih bijaksana menunggu kabar berita dari my brenda secara pasti, meskipun untuk hal itu aku harus sering mengelus dada dan berucap ………….sabar subur, tidak sabar cepat masuk kubur :wink:
Buat semua temen yang sudah mensupport permasalahan aku dengan my brenda baik secara langsung lewat postingan maupun PM pribadi ……. Mami mo ucapin thankyou berat buat atensinya, dan buat Mami semua support yang dah diberikan tidak ada yang salah ……….. semuanya bener, cuma Mami tunggu timing yang tepat untuk ambil keputusan yang paling baik buat Mami, maklum ini masalah cinta bow ……… tapi yang jelas Mami gak cinta buta kok, so masih punya naluri yang sehat untuk mengambil keputusan yang paling baik!
Yang jelas Mami sangat membutuhkan input dari semua temen yang gak keberatan ikutan share pendapat or komentarin tentang masalah Mami, secara Mami sadar kalo bisa berbagi masalah pasti bisa memandang “gambar” di sisi lain yang Mami gak bisa lihat, akan menjadi lebih jelas lagi!
UNDANGAN KHUSUS
Ikuti kisah petualangan Mami PG di www.facebook.com dengan User ID: Mami PG alamat email: mamipg@gmail.com Selain itu, kamu juga bisa sharing opini, curhat, kenalan dengan teman Mami PG lainnya, melihat photo, info gathering, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment