Aku diajak temenku str8 ke acara pesta para bujangan, sebenernya aku malas ngikutin acara begituan, tapi berhubung temenku maksain terus dan bilang katanya acarane siip, gaul dan heboh banget, ya udah akhirnya aku ngikut aja.
Sebenernya acarane emang heboh, tapi berhubung semuanya str8 ya aku jadi serba canggung, mo teriak takut kecentilan, mo ikutan main games takut ketahuan ngondek, maklumlah dah kebiasaan ngomong cong sih, takut keceplosan gitow dech :lol: Waktu acara makan bareng, aku lihat ada VCD dengan gambar cowok yang keren, imut dan type gue banget, selain itu yang membuat eke tertarik adalah karena judulnya yaitu "Love Never Fail", padahal eke merasa banget kalo kehidupan cinta eke gagal terus, artinya pada akhirnya gue harus berpisah ama cowok yang eke cintai dalam hidupku, dan sewaktu eke lihat2 gambar sampulnya, tiba2 ada yang nyeletuk, katanya ....kalo mo pinjam, bawa aja, bagus kok ... dan singkat cerita, akhirnya aku pinjam juga VCD itu, tapi aku gak sempat nonton malam itu, soalna kecapekan pulang jam 11.30 malam dan langsung tidur, takut kalo gak cukup tidur ntar kantung mata eke jadi kelihatan tambah hitam bow .....
Hari Sabtu, tanggal 19 Januari 2008, aku JJ bareng temen2 ABG lagi ke TP, makan bareng, main games, trus nongkrong di Coffe Bean bareng 10 orang PLU laina sampe jam 11 malam, akhirnya malam itu aku gak bisa tidur, mungkin gara2 kopi yang aku minum di Coffe Bean dan sekitar jam 1.30 pagi aku keluar kamar karena capek mejemin mata tapi gak mo merem2 juga dan aku putusin nonton VCD yang aku pinjam dari temen yg kenal di acara pesta jomblo, hari Jumat kemarin.
Ternyata VCD tersebut bukan cerita film hiburan, tapi kisah nyata kehidupan seorang pemuda keren yang menurut aku cakep sekali, dan type gue banget, namanya Ralph n dia juga seorang aktor sinetron tv dari Singapore.



Setelah menikah 7 hari dengan seorang pewong bernama Alice, dia diketahui mengidap tumor kanker yang sangat ganas di saluran pernafasannya, saking kelewat ganasnya sampai si dokter yang akhli dalam menangani kasus kanker, mengatakan belum pernah mendiagnosa kanker yang ganas seperti yang menyerang kesehatan Ralph.
Untuk mencegah penyebaran kanker tersebut, Ralph harus di radiasi lewat kepala, pipi kiri kanan dan tenggorokan. Wajah Ralph yang semula cakep dan keren mulai berubah dalam hitungan bulan menjadi seorang monster yang menyeramkan dan sekaligus menyedihkan.



Yang perlu diperhatikan dalam kehidupan Ralph yang sangat menyedihkan itu adalah dia tetap percaya akan kebesaran Tuhan, dia tidak menyalahkan Tuhan karena penderitaannya, bahkan dia yakin bahwa ada rencana Tuhan yang harus dikerjakan oleh dia lewat sakit yang harus dideritanya, malahan dia bilang kalo Tuhan sengaja mengizinkan penyakit yang merubah wajahnya yang cakep dan keren menjadi monster supaya dilihat banyak orang dan itulah sebabnya dia tidak mau menyembunyikan mukanya yang menyeramkan itu jika berada di tempat umum, dan dia tetap melanjutkan hidupnya dengan bersemangat, berdoa, dan sharing / menulis tentang pelajaran n hikmat apa yang didapat dari sakitnya, dan untuk itu Ralph terus berusaha tersenyum dan cerita kepada orang lain bahwa Tuhan itu baik.


Dalam keadaan seperi itu, Ralph tidak malu berkomunikasi dengan orang lain, dia tidak minder, bahkan selalu berkata pada orang lain yang belum dikenalnya dan berkata "kamu tahu gak kalo Allah itu cinta kamu", padahal menurut dokter kondisi phisiknya sangat menyakitkan buat diri Ralph. Dia harus tidur sambil duduk karena kepalanya penuh cairan, matanya lengket dan harus dibersihkan setiap hari karena keluar cairan terus, tidak bisa makan minum dengan normal karena tenggorokannya terbakar waktu radiasi, harus menahan sakit waktu cairan di kepalanya disedot keluar sekitar 250 cc setiap hari, pokoknya kondisinya mengenaskan sekali kalo kita melihat di video dokumentasinya, tapi yang jelas Ralph sudah berusaha memberikan motivasi hidup yang baik kepada, keluarga orang2 yang bertemu dengan dia, dan orang2 yang melihat VCD dokumentasi penderitaan dia termasuk aku, sebelum dia dipanggil Tuhan di umurnya yang ke 33 tahun.

Setelah aku selesai menonton VCD itu aku merenungkan apa yang sudah Ralph kerjakan dalam keadaan sakitnya dan apa yang sudah aku kerjakan dalam keadaanku yang gay atau "sakit" menurut anggapan orang pada umumnya.
Jika Ralph tidak malu dengan kondisinya yang menyeramkan di hadapan umum, kenapa aku harus malu dengan kondisi aku yang gay, jika Ralph tidak marah ato complaint kepada Tuhan karena penyakit yang sudah merubah total kehidupannya dari seorang pemuda yang cakep menjadi monster, kenapa kadang2 aku masih menyesal mendapati kenyataan hidupku yang gay dan sering membayangkan kalo seandainya aku gak jadi gay, pasti aku bisa bahagia, jika Ralph bisa mendapatkan suatu keyakinan bahwa Tuhan punya rencana khusus dengan mengizinkan suatu keadaan dimana wajahnya yang cakep berubah menjadi monster, kenapa aku gak punya keyakinan seperti Ralph yang mengatakan bahwa Tuhan punya rencana khusus karena dengan seizinNya aku terpilih menjadi seorang gay, jika Ralph bisa membuat orang lain melihat cinta kasih Tuhan dalam keadaannya yang sakit, kenapa aku juga nggak melakukan hal yang sama? Aku juga harus bisa memberikan motivasi hidup yang benar buat orang yang mengenal aku meskipun aku PLU, aku harus bisa merasakan "Love" dari Tuhan, istrinya, keluarganya ato bahkan dari orang lain seperti yang Ralph rasakan dalam kehidupannya yang mungkin orang lain mengira tidak ada "Love" karena keadaannya yang sakit.
LOVE NEVER FAIL ( Kasih Tidak Pernah Gagal ), kalau aku tahu apa sebenarnya arti “Love” itu.
Inti dasar dari LOVE tidak mementingkan diri sendiri, artina rela berkorban dan menderita demi kenyataan LOVE itu sendiri.
Aku LOVE ama diri aku sendiri yang gay, aku LOVE ama PEOPLE LIKE US sebagai teman aku yang baik, dan yang paling penting aku tahu kalau Tuhan itu juga LOVE PLU, khususnya PLU yang mengerti dan mau melakukan LOVE dalam kehidupannya sehari hari.
Tuhan tidak pernah memberikan aku suatu “shit”, tapi Tuhan memberikan aku suatu kesempatan bagaimana menjadi seorang yang lebih baik, bahkan mungkin kalau bisa lebih baik dari seorang STRAIGHT.
Aku bisa menjadi seorang gay yang lebih baik dari straight, jika aku mau menuruti semua rencana Tuhan, dan rencana Tuhan dalam hidup aku adalah melakukan kehendak Tuhan, bukan melakukan keinginan diri sendiri.
Jika aku yang PLU bisa melakukan semua itu, maka orang lainpun bisa berkata “LOVE NEVER FAIL” dalam kehidupan seorang PLU.

Ralph menderita karena ada maksud Tuhan di balik itu semua untuk kebaikan dan contoh kasih nyata dari Tuhan pada semua orang.
ReplyDeleteMelalui penderitaannya, kuasa Tuhan bekerja untuk memberikan pemulihan mereka yang sakit hatinya dan belum terjamah kasih Tuhan. jalan Tuhan memang penuh misteri, segala rencana dan rancanganNya sulit kita pahami. namun, itu semua ada maksud yang baik untuk kita umat manusia.
NENDRA
-Salam kasih Kristus !