Hari ini rumahku sepi banget, secara pembokat dah pulang mudik, aku duduk di sofa dan coba mereview lagi cerita film Laskar Pelangi yang kemarin aku tonton termasuk dialog menarik yang dapat direnungkan, dan kayakna ada satu dialog antara aktor Ikranegara dengan Slamet Raharjo, yang cukup menarik untuk direnungkan, yaitu ………kecerdasan itu dari hati, bukan tergantung dari atribut atribut atau nilai nilainya …….. kalo gak salah ingat sih begitu dialognya.

Aku coba merenung kembali salah satu adegan di film tersebut tentang bagaimana kecerdasan Lintang, salah satu murid sekolahan yang mau ditutup itu, diragukan oleh team juri pada saat lomba cerdas cermat karena dia bisa menjawab soal matematika di luar kepala, tanpa perhitungan seperti pada umumnya, dengan kata lain Lintang dicurigai oleh team juri sudah mengetahui jawabannya terlebih dahulu, sehingga dia harus membuktikannya di depan semua orang bagaimana dia bisa menjawab semua pertanyaan tersebut.
Jadi maksud dialog ………kecerdasan itu dari hati, bukan tergantung dari atribut atribut atau nilai nilainya artina jika seseorang murid lulus karena nyontek dan gak ketahuan, pasti nilai ijazahnya bagus …… tapi nilai tersebut tidak menjamin kecerdasannya, begitu juga jika seseorang memenangkan pertandingan karena curang dan gak ketahuan, pasti dia dapat atribut penghargaan atas prestasinya ……. tapi atribut tersebut tidak menjamin kecerdasannya, jadi KECERDASAN menurut aku, bukan karena dia BISA mendapatkan nilai / piagam penghargaan, tapi karena TAHU cara melakukannya dan sekaligus bisa MENGERJAKANNYA / MELAKSANAKAN untuk pembuktiannya..
Sebagai PLU aku pernah merasa CERDAS atau bangga karena BISA mempunyai pria straight sebagai “pasangannya” meskipun aku TAHU bahwa impossible sekali mempunyai pasangan pria straight dalam kehidupan PLU, tapi jika aku tidak bisa MENGERJAKAN apa yang aku tahu, berarti itu adalah suatu ……..KEBODOHAN aku, secara logika.
Aku juga pernah merasa CERDAS atau bangga karena BISA mempunyai koleksi gigolo alias “kucria” seabreg abreg, meskipun aku TAHU secara nurani (menurut aku), bahwa aku sudah melacurkan diri, tapi jika aku tidak bisa MENGERJAKAN apa yang aku tahu, berarti itu adalah suatu …..KEBODOHAN aku, secara iman.
Jika aku merasa CERDAS atau bangga karena aku BISA punya pengalaman sex yang “menghebohkan” dan pernah memamerkan photo telanjangku bersama kucria di forum ini, meskipun aku TAHU secara akhlak (menurut aku), bahwa hal itu adalah memalukan diri sendiri, tapi jika aku tetap MELAKUKANNYA, berarti itu adalah suatu ….. KEBODOHAN aku, secara akhlak.
Bagaimana dengan kehidupan PLU yang lainnya, khususnya yang punya kisah hidup mirip dengan aku, yaitu masih berharap memiliki pria straight untuk jadi pasangannya, masih suka pamer rahasia “selangkangan”nya, masih suka selingkuh dan nyerobot pasangan PLU laina? Bagaimana juga dengan kehidupan PLU lainnya yang masih suka ngegossip, mencaci sesama PLU, pake photo diri orang lain, dan cari sensasi diri sendiri?
Aku ngebayangin, seandainya aku dan semua PLU yang ada di dunia bisa menjadi Laskar P(elangi)LU yang cerdas, apakah PLU masih gak diterima di dunia para straight? Apakah para PLU masih harus mendapat image “comberan”? Apakah PLU juga masih harus dilecehkan secara moral oleh para straight? ……. kayakna nggak deh (secara pastina juga belum tahu, namanya juga masih berandai andai ), meskipun semua idealis tersebut susah untuk dilakukan………tapi berusaha selalu lebih baik daripada nggak sama sekali, iya kan?
Awalnya aku khawatir untuk dikatakan PLU yang sok “bener” tapi setelah aku melihat acara shownya Super - Mario Teguh di Metro TV (kalo gak salah), yang berani terang terangan memamerkan solusi terbaik tanpa takut diteriakin asbun alias asal bunyi/ngomong/sok benar ama pemirsanya, aku jadi gak khawatir lagi ngomong sesuatu yang menurut aku benar, dan malah ku ngebayangin …………kapan ya ada PLU yang bisa ngomong seperti Mario Teguh di acara TV yang dilihat semua orang, tanpa menyinggung soal SARA?
Di malam menjelang Hari Raya Idul Fitri ini menjadi suatu moment dalam kehidupanku untuk mulai belajar menjadi PLU Cerdas, dan untuk itu aku mulai langkah kecerdasanku dengan membuat statement baru dalam hubunganku bersama pria straight yang hidup bersama aku, yaitu menjadikan status my brenda sebagai adopted son, not boy friend or my brenda anymore, dengan ikhlas, tanpa merasa terpaksa sedikitpun dengan disertai ucapan yang tulus dari dalam hati untuk dia ………..
MINAL AIDIN WALWAIZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN,
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1429 H
…..dan juga untuk semua member Boyz Forum yang merayakannya.
Ingat lho ..... KECERDASAN itu artinya, TAHU cara melakukannya dan sekaligus DILAKSANAKAN untuk pembuktiannya, bukan untuk dinilai atau diberi penghargaan, karena semuanya itu lahir dari hati ...........any comment? Please ……….!

0 komentar:
Post a Comment