Anda Pengunjung Ke :

UNDANGAN KHUSUS

Ikuti kisah petualangan Mami PG di www.facebook.com dengan User ID: Mami PG alamat email: mamipg@gmail.com Selain itu, kamu juga bisa sharing opini, curhat, kenalan dengan teman Mami PG lainnya, melihat photo, info gathering, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.

KETIKA PERPISAHAN ITU HAMPIR TERJADI

Surabaya, 12 Mei 2008

Setelah aku pulang dari perjalanan tripku ke Bangkok dan Jakarta, sebenarnya aku rada sedikit tegang karena aku menunggu realisasi statement yang diucapkan si doi sebulan sebelum acara trip dimulai, tepatnya pada saat kisahku sebagai seorang banci panggung dimuat di koran Jawa Pos.

BF: Kayaknya aku gak bisa ngikutin gaya koko sebagai banci panggung, jadi kalau koko mau terusin profesi koko sebagai banci panggung, aku mau kembali ke Jakarta aja dan mo jalanin hidup aku sendiri!PG: Tolong jelasin apa keberatan kamu?BF: Terus terang aja aku gak bisa jelasin secara detil masalah apa yang ada di pikiran aku, pokoknya yang aku tahu sejak koko jadi banci panggung, aku itu ngerasa gak PD banget kalau dekat koko pada saat koko berdandan sebagai banci, apalagi kalau koko suruh saya bantu persiapan koko waktu dandan, aku itu ngerasa malu banget sama orang di sekitar koko, jadi daripada nanti aku uring uringan terus setiap disuruh ngerjain persiapan dandan koko, mendingan aku balik aja ke Jakarta.

Untuk cerita lengkapnya silahkan baca “Akibat Berita Koran Jawa Pos2” di My Prophesy.

Pada tanggal 1 Mei 2008, si doi bilang mo kembali ke Jakarta karena alasan ada sepupunya yang menikah. Jujur aja dalam hati aku gak terlalu percaya alasan tersebut, masalahna kita baru kembali dari Jakarta tgl 24 April 2008, kalo emang sepupunya mo married mestina dia gak perlu ikut kembali ke Surabaya, logikanya begitu, so mengapa dia minta pulang ke Jakarta seminggu sesudah kita pulang dari trip? Aku bilang dalam hati, pasti dia mo balik ke Jakarta dan gak kembali lagi sesuai dengan statement yang diucapkannya beberapa minggu yang lalu.

Meskipun berat, tapi aku gak mau kelihatan cengeng merengek rengek kepada seorang brenda untuk stay bersama aku, dan tentunya juga bukan karena sok gengsi aku melakukan hal itu, tapi semuanya karena kommitmen kita dari awal untuk tinggal bersama adalah “tanpa paksaan”, artina kalau kita bisa tinggal bersama semua itu adalah untuk kebaikan kita, begitu juga kalau salah satu dari kita sudah memutuskan untuk berpisah, semuanya juga untuk kebaikan kita berdua.

Akhirnya perpisahan itupun terjadi pada tanggal 1 Mei 2008 yang lalu, dan ketika kutanya kapan dia mo kembali, dia bilang gak tahu, mungkin seminggu, sekitar tgl 8 Mei lah, katanya sambil lalu.

Kalau ditanya bagaimana perasaanku, aku gak bisa jelasin, yang jelas sesak buanget ……….tapi walau bagaimanapun keadaanku, aku mesti harus selesaikan tanggung jawabku untuk menjadi host di acara Atrium TP 3 pada tanggal 1 s/d 4 Mei 2008 karena sudah dimasukkan di agenda acaranya SBO.

Selama 4 hari itu perasaanku sulit untuk bisa kukatakan seperti apa rasanya, bayangin aja di luar sono aku mesti menghibur orang yang melihat penampilanku sebagai seorang entertaineurs, dan setelah aku pulang, aku mendapatkan hidupku yang sangat sunyi, kesepian seorang diri, so siapa yang bisa menghibur aku? No body …. Salah satu yang bisa menghibur aku di malam hari sekitar jam 11 malam setelah aku pulang dari acara show di Atrium TP 3 adalah …….crying and crying alone, but who care?

Aku coba menahan perasaan hati yang sesak ini untuk tidak menelpon dia sampai tgl 8 Mei, seperti yang dikatakannya bahwa dia akan kembali ke Surabaya sekitar tanggal tersebut, dan sekitar jam 09:00 dia telpon aku dan mengatakan kalau dia akan kembali ke Surabaya hari itu sekitar jam 15:30.

Ketika aku jemput dia di airport, badannya agak kurusan, dengan kulit rada hitam dari sebelumnya, dan dia tersenyum padaku seraya berkata ….apa kabar ko? Kujawab kalau aku baik baik aja, trus kucerita soal acara show di Atrium TP 3 supaya suasana gak terlalu kaku, padahal sejujurnya ku kepengin segera bertanya …….. apa alasan dia kembali ke Surabaya?

Pada tanggal 10 Mei 2008, sekitar jam 19:00 aku panggil dia ke kamar dan dengan ramah kuminta dia untuk menjawab dengan jujur apa alasan dia kembali ke Surabaya setelah dia membuat statement untuk kembali ke Jakarta selamanya jika aku memutuskan untuk terus menjadi seorang banci panggung!


......bersambung ke kisah "Pengakuan Brenda Buat Gadunnya"

0 komentar:

Post a Comment