Anda Pengunjung Ke :

UNDANGAN KHUSUS

Ikuti kisah petualangan Mami PG di www.facebook.com dengan User ID: Mami PG alamat email: mamipg@gmail.com Selain itu, kamu juga bisa sharing opini, curhat, kenalan dengan teman Mami PG lainnya, melihat photo, info gathering, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.

KEINGINANKU MENGALAHKAN LOGIKA, AKHLAK & NURANI

Surabaya, 12 Juni 2008

Menurut aku, hidup ini tidak hanya untuk dijalani, dinikmati dan disyukuri saja, tapi hidup juga perlu untuk dipelajari supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari dalam kehidupanku karena aku keliru menjalaninya, secara aku belum pernah hidup sebelum aku hidup sekarang ini, dan secara juga hidup ini sangat komplex sehingga setiap kehidupan yang dijalani oleh manusia tidak ada yang sama persis kisah dan permasalahannya.

Selama dua minggu terakhir ini aku coba melakukan "penerawangan" alias instropeksi diri tentang keinginan yang ada di dalam diri ini, secara aku yakin banget kalo semua masalah yang terjadi dalam diri aku sumbernya dari keinginanku sendiri ...... ck ck ck, kurang kerjaan kali ya.

Sebenarnya suara hatiku sendiri juga mengatakan ..... halah, jangan sok sucilah, tapi suara hatiku yang lain juga mengatakan bahwa ini menyangkut soal kehidupan dan masa depan aku sendiri, jadi gak ada salahnya aku memikirkan yang terbaik untuk hidupku sendiri, boleh kan ....., secara gitu lho.

Oleh sebab itu aku coba mereview kembali hidup yang sudah aku jalani sampai sekarang dan berusaha mengenali kembali keinginan apakah dalam hidupku yang menurut aku paling meresahkan dan paling banyak membuat aku bersedih sehingga mengeluarkan banyak air mata....hiks ...hiks.

Setelah kureview dengan teliti, ternyata banyak sekali keinginan dalam hidup aku ini yang membuat aku resah dan bersedih, tapi yang mo aku share di blogz ini menurut aku sebaiknya yang ada hubungannya dengan kisah hidup aku sebagai PLU aja, biar nyambung ama konsep situs forum ini.

Ada 3 hal realita keinginan dalam kehidupanku sebagai seorang PLU yang menurut aku dapat membuat kehidupan aku sangat "tidak manusiawi" sekali, khususnya jika direnungkan secara logika, akhlak maupun nurani.


Hasil "penerawangan" ku selama 10 hari seperti berikut ini:

1. Keinginanku Mengalahkan Logika.

Keinginanku untuk hidup bersama dalam arti berpasangan dengan pria straight membuat aku kehilangan logikaku sebagai seorang manusia yang berpendidikan tinggi. Bagaimana mungkin sebagai orang yang bolehlah dibilang "smart" melakukan suatu kesalahan yang sama secara berulang ulang sampai 3 kali? Padaha ada pepatah mengatakan seekor keledaipun tidak akan jatuh ke lobang yang sama, tapi aku yang mengatakan diriku "smart" malah melakukan tindakan yang bodoh hanya gara gara terlalu berambisi untuk mewujudkan keinginanku agar bisa mempunyai pasangan cowok straight... ck ck ck


Setelah aku pelajari, ternyata keinginan yang mengalahkan logika itu tidak hanya terjadi pada diri aku saja, tapi terjadi juga pada semua manusia yang over ambitious terhadap keinginannya.
Aku tidak bermaksud ngejudge, tapi cobalah kita lihat realita yang terjadi di sekitar kita misalna, karena apakah demo yang berujung tindakan anarkis merusak sesuatu yang secara logika tidak ada manfaatnya, bakar mobil, merusak fasilitas umum, melukai polisi / orang yang gak bersalah, semuanya hanya gara gara keinginannya untuk tidak menaikkan harga BBM tidak disetujui.

Simak juga tragedi orang yang bilang goyang Inul membuat orang berpikiran porno padahal yang lebih porno dari itu dibiarkan saja misalna jual cd bokep di Glodok he..he..he.. lucu, tapi yang lebih lucu lagi hal itu bisa dilakukan oleh orang "smart" gara gara keinginannya untuk bisa dibilang suci atawa alim kali ya?
Masalahnya kalo cuma di antara 2 manusia aja yang ngerasa yakin kalo keinginannya paling bener, paling paling kekacauan yang terjadi cuma kecil aja, tapi kalo keinginan itu melibatkan massa yang lebih besar pasti kekacauan yang terjadi juga besar juga ….. ngeri juga ya ? :roll:
Pokoknya masih buaaaanyak lagi contoh realita tentang KEINGINAN YANG MENGALAHKAN LOGIKA, kalo gak percaya coba juga lihat berita di TV, dan kalo dah puas melihat realita tersebut, sekarang coba lihat kehidupan kita sendiri, wuiih.....keren kan? :roll: :wink:

Ya..... itu juga yang membuat eke ngenes lihat kebodohan yang sudah eke lakukan sebagai seorang PLU selama 10 hari terakhir "penerawangan" ini , misalna pengen beromantis ria ma cowok straight, trus kalo si straight nya gak romantis, aku jadi uringan sendiri, pengen gaul terus ama ABG padahal phisik gak kuat untuk dugem terus, pernah juga pengen dandan keren kayak ABG hasilna malah kayak setan "jeruk purut", pake pic nya orang lain yang cakep biar ada yang kontak kalo chatting, dan sebagainya ....dan seterusnya....., dan lain lain juga deh, semuanya teteup gara gara keinginanku sendiri.

2. Keinginanku Membuatku Kehilangan Akhlak.

Salah satu keinginanku untuk hidup bersama dalam arti berpasangan dengan pria straight membuat aku kehilangan logikaku sebagai seorang manusia yang manusiawi / berakhlak.

Aku merasa bahwa dalam kehidupan aku itu gak pernah memaksa orang lain untuk ML dengan aku, secara aku beranggapan walaupun aku harus membeli “kucria” untuk ML dengan aku, itu semua terjadi karena saling membutuhkan, artina gue butuh tubuh dia, dan dia butuh duta dari aku, so aku ngerasa impas aja gitow karena dalam hati gue bilang kalo yang membuat dia harus jadi ”kucria” bukan aku, lagian juga gue menjadi PLU juga bukan karena keinginan aku …… so what gitu lho! Baca kisahku tentang “Aku Seorang Kolektor Gigolo”

Begitu juga halnya ketika aku punya keinginan untuk hidup bersama dengan seorang straight secara “couple”, akupun juga gak merasa pernah memaksa pria straight manapun agar mo hidup bersama dengan aku, secara aku pikir semuanya juga sama sama untung lage, so ngapain aku mesti capek capek mikirin perasaan apa yang ada dalam diri si straight meskipun aku ajak dia untuk ML.

Ketika Pria Istimewaku yang pertama meninggalkan aku tanpa membawa barang berharga yang aku belikan buat dia, sebenarnya saat itu aku sadar juga kalo aku itu gak manusiawi sekali secara aku sudah memanfaatkan ekonomi seseorang agar mau ML dengan aku, nyatanya Pria Istimewaku yang pertama lebih suka ninggalin aku dengan kehidupanku yang PLU daripada mesti harus menjadi “budak nafsu” aku, meskipun kehidupan ekonominya tercukupi …….. trus, kalau sudah seperti itu kejadiannya, siapa yang lebih manusiawi / berakhlak di antara dia atau aku yang PLU dengan segala KEINGINAN yang ada dalam hidupku untuk hidup bersama pria straight.

Beberapa waktu yang lalu Pria Istimewaku yang ketiga juga memohon agar dia diberi kesempatan untuk bisa menghormati aku sebagai seorang keluarga seperti yang diharapkannya, karena dia merasa tidak mempunyai keluarga yang memperhatikan dia selain aku tanpa disertai dengan hubungan sex.

Pada saat aku mendengar permohonan dia, jujur aja aku merasa sangat marah dan tersinggung sekali, secara dari awal aku sudah merasa menjelaskan kepada dia bahwa alasanku mengajak dia untuk hidup bersama, faktor utamanya adalah sex, so ngapain dia sekarang memohon untuk dibebaskan dari urusan “ngesex”, seolah olah aku memaksa dia untuk ngelakuin semua itu. Baca kisahku tentang “

Meskipun aku sangat marah karena merasa tertuduh, tapi akupun juga tidak bisa mengingkari bahwa, suara hati yang menuduh aku itu juga tidak bisa dipersalahkan, apalagi setelah aku melakukukan “penerawangan” dalam kehidupan aku, aku harus berani mengatakan bahwa memang KEINGINANKU untuk hidup bersama pria straight telah MEMBUATKU KEHILANGAN AKHLAK.

Setelah aku melakukan penerawangan hidup aku ternyata masih banyak lagi kasus keinginanku yang membuat aku kehilangan akhlak dan secara semua manusia juga punya keinginan keinginan dalam hidupnya, pasti juga aku yakin ada juga BF ers yang punya pengalaman seperti aku, tentunya kalo dia berani jujur untuk mengungkap sisi lain dari kehidupannya, ato mungkin juga dia pernah ngelihat keinginan manusia yang ada di sekitarnya yang membuat mereka kehilangan akhlaknya ………. ada yang mo share?

3. Keinginanku Membuatku Kehilangan Nurani.

Secara gak sadar, akhirnya KEINGINANKU juga yang membuat aku jadi kehilangan apa yang disebut nurani, ato lebih tepatnya secara tidak sadar aku menjadi manusia kejam / tak punya nurani.

Aku coba membayangkan kalau seandainya aku tidak mau peduli dengan permohonan Pria Istimewaku yang ketiga untuk mempunyai sebuah keluarga yang tanpa disertai dengan hubungan sex, maka kemungkinan akibatnya adalah aku akan ditinggal oleh dia, sama seperti kejadian aku ditinggal pergi oleh Pria Istimewaku yang pertama, atau…….. mungkin aja dia masih terus tinggal bersama aku karena dia masih butuh perlindungan ekonomi, tapi tidak ada rasa hormat dalam hatinya kepada diriku karena aku yakin dia pasti beranggapan buat apa dia harus hormat kepadaku karena apa yang sudah aku berikan buat dia juga sudah dibayar dengan tubuhnya, so impas lah.

Gak tahu kenapa, tiba tiba aku berpikiran sampai kapan sih aku kuat ngesex terus? Aku coba review dan bandingkan keinginan sex ku yang saat ini berusia 44 tahun sudah mengalami penurunan yang cukup drastis dibandingkan waktu aku masih berusia 30 tahun, trus sampai kapan sih aku bisa mempertahankan keinginanku untuk ngesex, secara bokap aku yang saat ini sudah berusia 70 tahun, waktu aku tanya dia terang terangan mengatakan kalo dia sudah gak ada lagi keinginan untuk ngesex lagi alias udah gak bisa “bangun” lagi katanya.

Aku pikir jika aku terus mempertahankan keinginan aku untuk bisa ngesex dengan dia, pastina aku cuma bisa bertahan kira kira 15 tahun lagi, tapi akibatnya aku sudah membuat image my brendi untuk selama lamanya dalam kehidupannya akan beranggapan bahwa tidak ada perhatian yang tulus dari seorang gadun, secara perhatian seorang gadun yang diberikan untuk brendinya semuanya berujung dengan nafsu sex.

Sebaliknya jika aku mengabulkan permohonan dia untuk mempunyai keluarga yang sebenarnya bersama aku, tentunya jika dia tidak bermaksud untuk perez in aku lho, maka bisa jadi sampai aku matipun relationship itu masih ada, dan mungkin juga bisa tersimpan dalam hati dia seumur hidupnya.

Sebagai orang yang boleh dibilang tidak muda lagi, aku juga tahu bahwa keinginan seperti ini sebenarnya terlalu klise, dan boleh dibilang keinginan seperti ini juga sering muncul di pemikiran aku dulu, tapi gak pernah berhasil diwujudkan secara waktu itu yang namanya nafsu sex masih menggebu gebu, tapi kalo sekarang kayakna ……. Gak terlalu sulit, kayakna lho ……. ya kita lihat aja nanti dengan berjalannya waktu, secara faktanya semenjak dia berharap untuk bisa mempunyai keluarga yang sebenarnya tanpa disertai hubungan sex, kira kira tanggal 15 Mei 2008, aku bisa mewujudkannya sampai hari ini ……… semoga aja bisa seterusnya :wink:

Yang jelas aku berusaha untuk tidak menjadi PLU yang kehilangan NURANI nya gara gara terlalu menuruti KEINGINANNYA.

Anyway ……. kisah hidup aku ini kutulis hanya untuk share saja, benar atau tidaknya aku rasa gak perlu didebatkan, tapi kalo ada yang mo kasih aku input untuk bisa menyikapi hidup ini lebih bijaksana ……… aku sangat welcome sekali!

0 komentar:

Post a Comment