Anda Pengunjung Ke :

UNDANGAN KHUSUS

Ikuti kisah petualangan Mami PG di www.facebook.com dengan User ID: Mami PG alamat email: mamipg@gmail.com Selain itu, kamu juga bisa sharing opini, curhat, kenalan dengan teman Mami PG lainnya, melihat photo, info gathering, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.

JADI PLU BARBIE

Surabaya, 27 September 2008

Selesai berbuka puasa bareng my brenda sekitar jam 18:00, aku buat plan untuk nonton film yang berjudul Laskar Pelangi di Royal Plaza bareng my brenda, dan alasan aku kenapa tertarik untuk nonton film tersebut adalah karena dulu, waktu aku posting kesan nonton film Ayat Ayat Cinta di blog aku, salah satu member Boyz Forum yang bernama Mbok Ratmi pernah saranin aku untuk baca novel Laskar Pelangi trus kemudian minta komentar pendapatnya agar ditulis di blog dan dibahas bersama member laina, tapi berhubung aku gak hobby banget baca buku ya akhirnya aku gak baca novel tersebut, dan sekarang ternyata sudah ada filmnya, jadi aku penasaran banget pengen tahu gimana sih ceritanya kok sampai Mbok Ratmi pengen banget ceritanya dikomentarin, gitow ………..

Sesampainya di Royal Plaza ternyata parkirnya penuh banget, sampai antre kurang lebih sekitar 20 menit baru dapat spot parkirnya, udah gitow waktu mo masuk ke Studio 21 ada tulisan gede yang dipasang di depan pintu bunyinya ……ticket bioskop Laskar Pelangi habissss ……... ya, daripada gak ada hasil, akhirnya aku putusin aja tuk nonton film komedi yang berjudul BARBIE dengan pemain utamanya Titi Kamal.



Ternyata ide ceritanya lumayan oke juga, ……..tapi dugaan aku kayakna ide ceritanya niru / mirip film komedi barat, dengan alur cerita seperti berikut:

Ada 3 orang cewek bergaya borjue yang suka dandan, pake pakaian bermerk, trus kerjaannya ngerjain orang yang statusnya lebih rendah atau penampilannya gak keren, dan suatu ketika mereka mendapat kecelakaan dan bermimpi bahwa umur mereka tinggal 30 hari lagi, jadi mereka pasti masuk neraka kalau mereka tidak mendapatkan maaf dari orang yang terakhir mereka kerjain, akhirnya ke 3 cewek borjue tersebut rela melakukan apa saja demi untuk mendapatkan maaf dari seorang cowok yang terakhir mereka kerjain / permalukan di depan umum.

Seperti biasanya, yang maw aku sharingkan sebenarnya bukan isi ceritanya, tapi input apa yang aku dapat dari film tersebut untuk introspeksi diri / memperbaiki kwalitas hidupku sebagai PLU dalam menjalani sisa hidup ini agar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya……..dengan catatan, menurut aku lho ……..artina kalau ada pembaca yang tidak sependapat dengan aku, ya …….cuekin and peace aja deh!

Kelompok 3 cewek borjue yang dipimpin oleh Marion ( Titi Kamal ) selalu menghina Helen ( Cathy Sharon ) dengan sebutan “orang miskin”, dan hinaan tersebut akhirnya dijawab Helen dengan dialog ………. aku lebih suka dibilang “orang miskin” daripada “orang jahat”.

Pada saat dialog ini diucapkan, tiba tiba pemikiranku mengganti dialog tersebut dengan kata kata seperti berikut …….. aku lebih suka dibilang “PLU” daripada “orang jahat” sebab seorang PLU belum pasti orang jahat, tapi orang jahat adalah pasti jahat ……… note: orang jahat yang dimaksudkan dalam cerita film ini adalah orang yang menyakiti perasaan orang lain dengan sikapnya yang semaunya sendiri, jadi dia gak nyadar kalo dia udah jadi orang jahat di hadapan orang lain.

Aku melirik my brenda yang duduk di sebelah aku waktu nonton film ini, sambil berkata dalam hati …… berarti aku juga sudah menjadi PLU yang “jahat” buat dia, karena aku terus berusaha memaksa dia untuk tampil menjadi my brenda di hadapan semua teman teman PLU ku, dengan tujuan agar aku bisa bangga ……bangga banget karena aku yang udah gadun punya brondonk keren ……ooops, sorry kalau aku bicara terus terang, karena memang itulah yang terjadi dalam kehidupanku sekarang, dan aku yakin juga terjadi dalam kehidupan PLU yang punya gebetan brondonk keren atau mungkin sekedar bisa ngesex dengan brondonk keren ……secara emang banyak juga temen PLU aku yang sibuk memperkenalkan brownisnya masing masing, seolah olah saingan gitu lho, trus sibuk juga tunjukin koleksi photo “lekong” keren di HP nya yang berhasil diajak kencan, seolah olah bangga dapat “tumbal” cucok karena “susuk kecantikan”nya ………biarlah kejujuran yang berbicara, karena bagaimanapun juga aku adalah seorang PLU yang sebagian besar aku tahu dan mengalami apa yang ada di pemikiran PLU, termasuk juga soal gebetan keren ……..meskipun tidak semuanya seperti itu, at least 80% lah benar, tul nggak? Sorry aja kalau pemikiranku dianggap salah …….

Demi untuk mendapatkan maaf dari orang yang pernah dikerjain gang cewek borjue, akhirnya ke 3 cewek borjue tersebut harus rela disuruh apa saja oleh Stanley, cowok katrok yang pernah dikerjain mereka, sehingga akibatnya malah Stanley yang berubah menjadi “orang jahat” tanpa disadarinya karena ngerjain ke 3 cewek borjue tersebut, sebab ada ……..KESEMPATAN ….. sehingga Helen yang pada awalnya simpati kepada Stanley yang culun berubah menjadi tidak simpati lagi.

Menjadi “PLU jahat” ( PLU yang menyakiti perasaan orang lain dengan sikapnya yang semaunya sendiri ) sering bukan karena sifat PLU itu sendiri, tapi karena adanya KESEMPATAN ………yang membuat PLU tersebut menjadi “orang jahat” tanpa disadarinya.

Dulu sering aku beranggapan bahwa aku tidak pernah memaksa pria straight untuk hidup bersama dengan aku, karena semuanya itu terjadi berdasarkan kesepakatan bersama ( baca kisah blogku sebelumnya ), tapi setelah aku nonton film ini, aku mesti berani berkata jujur bahwa aku sudah menjadi “PLU jahat” yang tidak aku sadari karena aku punya ……. KESEMPATAN …… untuk melakukannya, yaitu karena kondisi ekonomiku yang lebih mapan dari semua my brenda yang hidup bersama aku sehingga akhirnya terjadilah suatu kesepakatan yang pernah dikomentari oleh satria ( kalau gak salah ) dengan istilah “take and give” …….padahal sesungguhnya yang terjadi aku sudah menjadi “PLU jahat” buat semua my brenda ……….. khususnya pada saat aku minta “jatah sex” karena kuyakin semua pria straight pasti melakukannya dengan terpaksa, dan terjadilah “take and give” karena terpaksa.

Pernah ada salah satu member BF yang mengatakan di blog aku begini ……… kota Sodom dilaknat Tuhan bukan karena homosex nya, tapi karena adanya pemaksaan pria straight untuk melakukan perbuatan homoseks ( kurang lebih begitulah intinya ) ……duar ….. astafirullohallazim, untung aku masih ada kesempatan buat nyadar, dan kembali aku melirik my brenda yang duduk disampingku waktu nonton film ini sambil berkata dalam hati ………. say, ternyata penawaran statement kamu untuk membuat relationship without sex sangat tepat sekali buat aku supaya aku tidak menjadi “PLU jahat” ……….tapi dengan catatan aku masih tetap PLU, jadi hal tersebut gak berlaku buat “kucria” lho say, artina kalo aku gak kuat nahan ………..ya harap dimaklumin kalo aku “ngucria” , kan dia yang “jual” dan aku yang “beli” so ……..gak ada pemaksaan kan? Gak taw deh, bener pa gak nya, secara ku belum ada pencerahan soal “ngucria” jadi kuanggap aja seperti itu ……..

Dalam cerita film Barbi3 juga ada dialog adegan saat Stanley putus asa karena merasa tidak bisa membuat Helen simpati lagi kepadanya karena alasan Helen sudah mengira bahwa Stanley juga sudah berubah menjadi "orang jahat" karena ada kesempatan ngerjain ke 3 cewek borjue tersebut, dengan mengatakan ....... kita tidak bisa memaksakan keinginan kita kepada orang lain......

Kayakna dialog di film itu pas dan mengena banget buat ngeyakinin aku sekali lagi kalo keinginanku untuk hidup bersama pria straight itu IMPOSSIBLE sekali terwujud, secara kalau pria straight tersebut mau diajak bercinta dan hidup bersama dengan PLU selamanya kayakna ............ pria itu bukan straight deh namanya!

Trus ada juga adegan Stanley yang berusaha merubah penampilannya yang katrok dengan penampilan keren dari barang bermerk untuk menarik simpatinya Helen, dijawab dengan dialog ........gak semua orang punya barometer penampilan keren untuk menilai seseorang....... duh kayakna dialog ini cocok banget buat pembelajaran PLU yunior yang masih suka mencomot photo keren orang lain, atau mengganti data phisik supaya kelihatan keren, hanya untuk berkenalan supaya dianggap woooow di dunia maya ini! Jujur aja, aku dulu juga punya pengalaman seperti itu kok, jadi gak perlu malu ketahuan belangnya, tapi .............nyadar aja, karena akibatnya justru akan memalukan kita sendiri kalo kita ketemuan, kalo udah malu jadinya tambah gak pede ama diri sendiri, trus kalo udah gak pede lama lama jadi stress sendiri kenapa gak dilahirin "sempurna" seperti lainnya, akhirnya jadi mengasihani diri sendiri, and jadi manusia yang pesimis dan gak kreatif donk .........duh, semakin banyak lagi daftar PLU oon di dunia ini deh.......

Di bagian akhir film Barbie, ditutup dengan sebuah lagu …….manusia di mata Tuhan itu sama, begitu juga dengan status PLU, jadi boleh boleh aja JADI PLU BARBI3 alias PLU Borjue, yang penting jangan jadi “PLU jahat” yaitu PLU yang menyakiti perasaan orang lain dengan sikapnya yang semaunya sendiri, gitow maksudna, ya ……..lumayanlah, dapat satu pencerahan rohani menjelang Hari Raya Idul Fitri ……. semoga aku bisa menjadi PLU yang kembali ke FitrahNya ……..amin, ya robal alamin!

Ada BFers yang mau nambah komentar, atau mungkin mo kasih pendapat lain versi pemikirannya sendiri? Hiuuuuuuuk aja ………!

0 komentar:

Post a Comment