Surabaya, 07 Juni 2008
Keceriaanku mendengar kabar bahwa my brondie, akhirnya datang juga, tidak berlangsung lama, sebab hari minggu, sekitar jam 07.00, aku mendapat kabar kalo bokap aku menderita sakit yang lumayan serius, suhu badannya cukup tinggi disertai keringat dingin yg cukup banyak, kepalanya pusing, dan rasa kedinginan yg cukup dahsyat.
Awalnya kucoba dulu mengatasi rasa sakit yang diderita bokap aku dengan mengkonsumsi obat demam yang secara umum biasa dipakai orang untuk mengatasi demam, tapi ternyata obat tersebut gak mampu mengatasi penyakit bokap aku, malah kulihat kondisinya makin parah karena badannya semakin lemas dan susah bicara.
Surabaya, 08 Juni 2008
Akhirnya hari ini, sekitar jam 06.00 pagi, aku ambil keputusan untuk membawa bokap ke UGD yang paling dekat dari rumah aku, yaitu di RS HCOS.
Singkat cerita, bokap aku harus dirawat di rumah sakit karena indikasi penyakit demam berdarah yang cukup serius, dan aku beserta keluarga mesti menjaga bokap karena kondisi tubuhnya cukup mengkhawatirkan, padahal aku sudah janjian ama my brondie mo jemput dia hari ini di airport, so akhirnya ketika kudapat telpon dari my brondie yang baru sampe dari Jakarta sekitar jam 08.00, kusuruh aja dia naik taxi bokapku dirawat.
Akhirnya terjadilah pertemuan yang menurut aku cukup "tele novelais" antara aku dan my brondie di RS disaksikan semua anggota keluarga aku.
Bayangan aku mestina kusambut my brondie dengan isak tangis dan peluk haru seperti di film sinetron TV .....halah, tapi nyatanya ku hanya bisa menatap sambil tersenyum kehadiran my brondie aja, secara banyak keluarga di ruang RS itu.
Di moment inilah aku melihat statement hubungan sebuah keluarga antara aku, my brondie, ortu dan saudaraku mulai terlihat jelas, khususnya pada saat rundingan keluarga aku untuk menentukan siapa yang harus nungguin bokap aku di RS semalaman, dengan tegas my brondie mencalonkan diri untuk menjaga bokap di RS seolah2 dia adalah salah satu anggota keluarga kita.
Semua keluarga aku melihat sejenak ke arah my brondie, dan setelah itu berganti memandang ke aku, ya.... aku cuma mengangguk aja, tapi dalam hati bangga juga, karena tugas jaga di RS yang umumnya paling banyak dihindari orang karena capek, akhirnya bisa diatasi oleh my brondie.
Setelah suasana agak santai, barulah aku bisa memperhatikan my brondie dengan seksama dan menurut aku, my brondie sekarang kelihatan lebih hitam, lebih kurus dengan muka yang lebih kusam daripada sebelumnya, tapi buat aku sih, apapun kondisi dan alasannya yang penting dia mo kembali untuk aku.
Aku pikir, setelah semua kejadian yang menimpa aku kurang lebih 2 minggu terakhir ini, ternyata tawaran my brondie untuk membuat hubunganku yang Gay dengan dia yang straight agar bisa menjadi suatu hubungan keluarga yang saling care dan menghormati, gak jelek2 amat kok, secara menurut aku hubungan sex dalam kehidupan manusia itu suatu saat pasti akan hilang seiring waktu umurku yg bertambah, tapi sebaliknya hubungan sebuah keluarga akan terus berlanjut sampai mati, bahkan bisa juga berimbas ke family aku yang lain misalna adikku yg sewaktu2 butuh bantuan my brondie akan mendapatkannya karena hubungan persaudaraan, so artinya hubungan kekeluargaan yang kubina bersama my brondie bisa membuat sesuatu yang berarti juga buat orang lain.
Memang pada awalnya aku merasa gak fair jika aku harus membuat relationship aku dengan my brondie tanpa hubungan sex, tapi setelah ku melihat kehidupanku selama kurang lebih 15 hari ditinggal my brondie, kok kayakna yg paling membuat aku kangen bukan sex nya deh, tapi keceriaanku waktu bersama dia, dan itu menurut aku jauh lebih penting daripada sex, secara sex bisa kudapat dari luar kalo aku emang butuh, tapi motivasi hidupku jadi down kalo gak ada seseorang yang bisa membuat aku bangga untuk apa aku berprestasi dalam hidup ini.
Mungkin aja aku terlalu cengeng, but what's wrong, this is my life, seneng apa susah kan aku sendiri yang merasakannya, ngapain aku mesti harus sok gengsi dan malu dikatain cengeng ato sok dramais ama orang lain, takdir hidupku sangat tergantung dengan keputusan hidupku sendiri, so ..... dengan rasa bangga dalam hati aku mo commit dan penuhi harapan my brondie untuk menjadikan aku sebagai keluarganya "without sex" ..... dengan tanda kutip yang artinya "aku usahain deh" ...... secara, aku ini juga manusia biasa tanpa bermaksud untuk munafik gitow!
Semoga berhasil deh ...... hmmm kalo ada komentar dari temen laina hiuuuuuk aja deh.
UNDANGAN KHUSUS
Ikuti kisah petualangan Mami PG di www.facebook.com dengan User ID: Mami PG alamat email: mamipg@gmail.com Selain itu, kamu juga bisa sharing opini, curhat, kenalan dengan teman Mami PG lainnya, melihat photo, info gathering, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment