Minggu malam, tgl 18 November 2007, aku mendapat job untuk show acara pernikahan di Imperial Palace, Surabaya. Tugasku malam ini adalah membuat tawa heboh semua pengunjung dengan segala macam cara, dan seperti biasanya sebelum aku pentas, aku selalu mendandani diriku sekonyol mungkin, senorak mungkin dan seheboh mungkin untuk membuat semua orang tertawa melihat gayaku, dengan make up tebal yang dipoleskan di wajahku.
Setelah selesai di make up sama periasku, aku ngelihat wajahku di cermin, gubrak ... hampir aja aku terjatuh melihat bayangan wajahku di cermin, mirip mak Lampir …….. tapi gak papalah kataku dalam hati, yang penting penonton puas melihat gayaku.
Begitu aku keluar panggung sambil menyanyi, semua pengunjung sudah tertawa ngakak melihat dandananku ... dan setelah cukup waktunya untuk ngejoke bersama teman seprofesi aku yang umurnya jauh lebih muda dari aku, akupun kembali menghilang dibalik panggung dengan iringan tepuk tangan penonton yang bagi aku dah gak ada rasa istimewanya lagi ………. tepatnya, dah biasa tuh!
Sambil membersihkan make up yang menempel di wajah, pikiranku menerawang ke masa laluku bagaimana awalnya aku bisa menjadi seorang artis.
Meskipun sejak dulu aku kepengin jadi artis secara aku ngelihat banyak bakat seni yang ada dalam diriku, tapi aku gak pernah menyangka kalau semuanya bakal terwujud, sampai suatu ketika Tuhan mengijinkan aku untuk merasakan bagaimana dunia artis itu sebenarnya.
Waktu itu aku ditugaskan oleh perusahaan dimana tempat aku bekerja untuk membuat promosi yang melibatkan anak muda, di seluruh Jawa Timur, termasuk Bali, Lombok, dan NTT.
Akhirnya aku membuat promosi bermacam lomba yang diminati anak muda misalnya lomba model, lomba photo keren, lomba nyanyi, lomba dance dan sebagainya. Berhubung perusahaanku yang membuat lomba, dan waktu itu aku yang menjadi Chief Teritory pemasarannya, ya akhirnya aku jadi terbiasa naik turun panggung jadi juri lah, pidato sambutan lah, sampai jadi artis dadakan nyanyi di panggung.
Akhirnya atasanku melihat bahwa memang aku ada bakat seni, sehingga pada waktu menggelar International Motor Show di perusahaanku, akulah yang ditugaskan mencari Artis Pendukung, Model Brosur, Model SPG sampe Model Iklan TV nya, dan dari situlah akhirnya aku membuat Agency Modelling sendiri yang aktifitas anggota modelnya bisa aku salurkan untuk jadi model di perusahaanku.
Dari kegiatan itulah akhirnya aku juga melihat bahwa banyak calon model yang menghalalkan segala cara untuk melakukan jalan pintas supaya bisa terkenal, termasuk memberikan upeti ……. tubuhnya sendiri, sorry kalo kesannya vulgar ... tapi semuanya itu fakta, dan kalo mo bicara jujur juga dari semua lekong yang tercatat pernah "tidur" dengan aku sejumlah 1800 an, hampir 70% kudapat dari dunia modelling. Itulah sebabnya aku gak terlalu percaya kalo ada artis cowok keren yang mulai kariernya dari nol, bukan anak orang kaya maksudnya, trus ngaku gak tahu dunia gay? Apalagi kalo agencynya seorang gay, pasti dah dimakan ama pimpinannya. Itulah sebabya juga waktu boy friendku sms aku n bilang kalo dia mo main sinetron di Jakarta, langsung aku asumsikan sebagai SMS Cerai Talak 2, karena pasti agency modellingnya yang rata2 gay pasti minta upeti terlebih dulu, dan kalo hal itu terjadi, biarpun body n wajah aku kayak mak Lampir, aku emoh terima "barang" bekas pake ……
Singkat cerita akhirnya akupun dijadikan seorang entertainer oleh perusahaanku untuk membuat hiburan jika ada meeting yang bersifat nasional bersama seluruh karyawan, ato dealer dan bengkel yang ada di seluruh Indonesia, dan parodi drama yang pernah aku mainkan misalnya Cinderella (aku jadi tikusnya), Siluman Ular Putih (aku jadi putri ularnya), Ande2 Lumut (aku jadi si mbok dadapan), Jaka Tarub (aku jadi bidadarinya) ... duh kalo inget semuanya itu gak terasa aku senyum sendiri.
Lamunanku jadi buyar, ketika temanku di sebelah meja rias bercanda .... duh, mami ngelamunin apa sih? Aku toleh dia, sambil ngomong .... ada aja deh!
Waktu aku di mobil, boy friendku bilang kalo semua orang tadi ketawa heboh melihat aku, dan aku jawab ... kalo mereka semua puas tertawa, trus mana ketawa untuk aku? Karena untuk membuat orang lain tertawa, harus ada obyeknya yang dibuat untuk tertawa, dan tentunya akulah obyek yang dipakai membuat mereka tertawa, dan tahu gak .... untuk semuanya itu aku harus rela membuat harga diriku dijual untuk sebuah tertawa, kayaknya semakin banyak deh manusia di bumi ini yang tertawa ngelihat penderitaan orang lain ... tapi gak papa kok, aku senang membuat mereka tertawa, mumpung aku masih bisa membuat mereka tertawa.
Terus terang juga kalo aku sih ... kayaknya susah untuk bisa tertawa puas seperti mereka, karena gak ada orang special yang benar benar mo menderita untuk membuat aku tersenyum tanpa disertai suatu pamrih, yang ada sih semuanya ingin bahagia dan tertawa bersama aku, tapi jika aku menderita ….. bisa dipastikan semuanya meninggalkan aku, bahkan aku tidak punya “bahu” yang bersedia menopang aku disaat aku menangis, kalo dah gitu apa artinya ketenaran, apa artinya harta, dan apa artinya sebuah harga diri? Iya gak .... sambil aku pegang bahu boy friendku, dan kayaknya dia gak ngerti deh apa yang aku maksud, maklum masih brenda …... kalo temen member boyz forum tahu kan yang aku maksud?
UNDANGAN KHUSUS
Ikuti kisah petualangan Mami PG di www.facebook.com dengan User ID: Mami PG alamat email: mamipg@gmail.com Selain itu, kamu juga bisa sharing opini, curhat, kenalan dengan teman Mami PG lainnya, melihat photo, info gathering, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment