Surabaya, 07 Juni 2008
Malam minggu ini aku gak ada mood buat pergi kemana2 jadi kuputuskan aja untuk nonton acara TV di rumah, secara kupikir kalo JJ dalam keadaan gak mood banget pastina juga boring abiez, so mendingan stay aja di rumah.
Selagi asyiknya aku nonton film "The Running Down" yang diputar di stasiun Trans TV, tiba2 HP aku berbunyi dan yang membuat aku cepat2 angkat HP aku itu karena nada dering telpon yang terdengar adalah nada dering special yang ku set up khusus buat telpon dari my brondie.
Setelah kuterima ternyata panggilan telpon itu emang dari dia, dan sambil berusaha menahan rasa girang aku karena akhirnya kabar yang kuharapkan dari dia datang juga, kuminta dia menjelaskan alasannya kenapa HP dia selama ini tidak bisa dihubungi, dan kenapa juga dia gak berusaha nelpon aku tuk memberi kabar keberadaannya ….. biasalah dasar waria ……ooops salah maksud aku pria yang punya sensi wanita, pengennya diwanitakan perasaannya gitow lho!
Berikut ini adalah penjelasan dari my brondie:
Setelah my brondie sampai di Jakarta, dia langsung disibukkan oleh rapat keluarga dan persiapan berangkat ke Jambi, secara Bapaknya meninggal dan dikuburkan di Jambi.
Keesokan harinya dia bersama Om nya berangkat ke Jambi via travel yang perjalanannya kurang lebih sekitar 30 jam, sesampainya di sono, dia harus istirahat 2 hari secara my brondie jatuh sakit, mungkin dia gak terbiasa melakukan perjalanan sejauh itu, jadi dia masuk angin, pusing dan muntah2.
Dua hari setelah itu, mereka harus mengadakan perjalanan lagi selama kurang lebih 8 jam menuju ke daerah pedalaman Jambi untuk melihat kondisi kebun kelapa sawit yang menurut amanah Bapaknya, sebagian kecilnya diwariskan dan menjadi milik dari my brondie setelah bapaknya meninggal dunia.
Menurut penjelasan my brondie, ternyata lokasi kebun ayng dimaksud itu adanya di tengah hutan, yang gak ada listriknya termasuk signal HP serta air minum bersih yang juga susah didapat di sono, sehingga kalo mandi mesti pake air yang ditampung dikubangan seperti kolam dengan warna airnya berwarna chocolate!
Pasar untuk belanja keperluan sehari hari di lokasi kebun tersebut adanya juga cuma sekali dalam seminggu, dan yang paling membuat my brondie gak happy banget meskipun dapat warisan sebagian kebun kelapa sawit milik almarhum Bapaknya itu adalah perlakuan dari keluarga Bapaknya yang kurang ramah menerima kehadiran my brondie, apalagi kedatangannya hanya menyangkut soal pembagian harta warisan sehingga my brondie mempunyai kesan bahwa mereka serakah dan sengaja memberikan bagian kebun yang kurang bagus untuk dia karena kondisi kebunnya masih harus menunggu bertahun tahun lagi untuk bisa berbuah.
Selain itu dia juga dipaksa untuk stay disana ngurus bagian kebunnya sendiri yang jelas hal itu gak bakalan disetujui oleh my brondie karena kondisi kehidupan di sana jauh dari peradaban kota …….. ya maklumlah, secara dia biasa hidup di kota yang meriah, trus dia juga ngerasa masih muda, so ngapain juga mesti stay di hutan gitow lho!
Singkat cerita setelah perdebatan yang cukup panjang dengan pihak keluarga mendiang Bapaknya, akhirnya bagian kebun itu dikembalikan lagi kepemilikannnya kepada pihak keluarga almarhum Bapaknya dan dia cuma diganti ongkos seadanya karena sudah mo datang untuk urusan administrasi surat amanah dari almarhum Bapaknya ke Jambi.
Untuk meyakinkan semua cerita itu, my brondie menegaskan kalo aku bisa melihat di dokumentasi photo yang diambil dia selama urusan di Jambi ……. Ooops, kayakna dia tahu juga kalo aku kurang begitu yakin ama cerita dese.
Pelajaran yang dapat kuambil dari kisah hidup aku kali ini adalah:
Saling mempercayai dalam kehidupan bersama pasangan Gay sangat mutlak perlu sebagai dasar komitmen yang disepakati bersama untuk membina hubungan bersama dan jika kita sudah mengambil keputusan untuk saling mempercayai, sebisa mungkin jangan biarkan pikiran kecurigaan yang ujung ujungnya saling menghakimi mendominasi hubungan kebersamaan itu, karena belum tentu juga apa yang kita pikirkan itu benar benar terjadi, kecuali kalo kita mempunyai bukti otentik ya …… apa boleh buat deh!
Sekali lagi aku meyakinkan diriku bahwa setiap masalah mempunyai 2 sisi gambar yang berbeda …….. so bijaksana dan sabar dikit lah untuk menunggu penjelasan dari pihak yang bersangkutan.
Kita harus tahu bahwa kehidupan yang kita jalani tidak pernah berhenti di satu kisah hidup saja so ….. jangan merasa panik duluan jika kita menerima suatu keadaan yang menurut kita tidak menguntungkan kehidupan kita, karena kita belum tahu bagaimana akhir hidup kita. Kalau memang perpisahan (seuatu yang tidak menguntungkan) itu harus terjadi ya IKHLAS kan saja, karena siapa tahu itu adalah jalan untuk mendapatkan kehidupan kita yang lebih baik lagi!
Anyway ……. semuanya just for sharing aja ………..peace lah!
UNDANGAN KHUSUS
Ikuti kisah petualangan Mami PG di www.facebook.com dengan User ID: Mami PG alamat email: mamipg@gmail.com Selain itu, kamu juga bisa sharing opini, curhat, kenalan dengan teman Mami PG lainnya, melihat photo, info gathering, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment